Pages

Minggu, 08 Februari 2015

BATAK SIMALUNGUN

Terdapat berbagai sumber mengenai asal usul Suku Simalungun, tetapi sebagian besar menceritakan bahwa nenek moyang Suku Simalungun berasal dari luar Indonesia
Kedatangan ini terbagi dalam 2 gelombang
 [1]:
1.  Gelombang pertama (Simalungun Proto ), diperkirakan datang dari Nagore (India Selatan) dan pegunungan Assam (India Timur) di sekitar abad ke-5, menyusuri Myanmar, ke Siam dan Malaka untuk selanjutnya menyeberang ke Sumatera Timur dan mendirikan kerajaan Nagur dari Raja dinasti Damanik.
2.  Gelombang kedua (Simalungun Deutero), datang dari suku-suku di sekitar Simalungun yang bertetangga dengan suku asli Simalungun.
Pada gelombang Proto Simalungun di atas, Tuan Taralamsyah Saragih menceritakan bahwa rombongan yang terdiri dari keturunan dari 4 Raja-raja besar dari Siam dan India ini bergerak dari Sumatera Timur ke daerah Aceh, Langkat, daerah Bangun Purba, hingga ke Bandar Kalifah sampai Batubara.
Kemudian mereka didesak oleh suku setempat hingga bergerak ke daerah pinggiran danau Toba dan Samosir.
Pustaha Parpandanan Na Bolag (pustaka Simalungun kuno) mengisahkan bahwa Parpandanan Na Bolag (cikal bakal daerah Simalungun) merupakan kerajaan tertua di Sumatera Timur yang wilayahnya bermula dari Jayu (pesisir Selat Malaka) hingga ke Toba. Sebagian sumber lain menyebutkan bahwa wilayahnya meliputi Gayo dan Alas di Aceh hingga perbatasan sungai Rokan di Riau.
Kini, di Kabupaten Simalungun sendiri, Akibat derasnya imigrasi, suku Simalungun hanya menjadi mayoritas di daerah Simalungun Atas.
Kehidupan masyarakat Simalungun[sunting | sunting sumber]



Sistem mata pencaharian orang Simalungun yaitu bercocok tanam dengan padi dan jagung, karena padi adalah makanan pokok sehari-hari dan jagung adalah makanan tambahan jika hasil padi tidak mencukupi. Jual-beli diadakan dengan barter, bahasa yang dipakai adalah bahasa dialek. "Marga" memegang peranan penting dalam soal adat Simalungun. Jika dibandingkan dengan keadaan Simalungun dengan suku Batak yang lainnya sudah jauh berbeda.

Rabu, 21 Januari 2015

Cara menanam kelapa sawit di areal sebelumnya tanaman kelapa sawit (Replanting)

Penanaman kelapa sawit dapat di kategorikan menjadi:1. Penamanan di Areal yang sebelumnya kelapa sawit (Replanting).2. Penamanan di Areal yang masih hutan lalu di tumbang dan dibersihkan (Land Clearing)

Tanam  eks kelapa sawit
Tanam Kelapa sawit di areal Land clearing
A. Penanaman di areal eks.kelapa sawit
1.  Pembukaan Areal Tanaman Ulang / Peremajaan
Penanaman ulang/peremajaan dilakukan pada tanaman tua (umur lebih dari 25 tahun), kerapatan tanaman dan produktivitasnya sudah rendah sehingga secara ekonomis tidak menguntungkan untuk dipertahankan. Komposisi tanaman antara Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan tanaman Menghasilkan (TM) juga menjadi salah satu pertimbangan dilaksanakan peremajaan tanaman. Komposisi ideal TBM dan TM pada tanaman kelapa sawit adalah satu berbanding enam (1:6).

2.  Pembukaan Dengan Sisitem Mekanis dan Chemis
2.1            Survei / Pengukuran Areal
Pekerjaan ini terutama ditujukan untuk menginventarisasi areal yang meliputi jumlah pohon, kondisi gulma, jalan dan lain-lain. Pengukuran ulang luas areal dapat dilaksanakan jika dijumpai keraguan luas.



2.2            Membongkar / menumbang pohon
Pembongkaran dilaksanakan sampai pangkal akar dan pada saat menumbang diusahakan agar bole ikut terbongkar dengan ukuran lubang = 1 m x 1 m x 1 m dan ditutup kembali dengan tanah baru.
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat pembongkaran / penumbangan pohon adalah :
§   Jatuhnya pohon disusun searah menurut arah yang sama
§   Akar pohon harus ikut terbongkar dan digeser ± 1 m dari tempat tegak semula
§   Tumbangan pohon yang menghalangi kelancaran transportasi agar segera disingkirkan.



2.3            Shredding / Chipping
Dilaksanakan dengan excavator yang dipasang bucket/pisau khusus. Hasil shredding tidak melebihi ketebalan 10 -15 cm. Hasil chipping dapat didiserak digawangan mati ataupun di rumpuk ke dalam jalur rumpukan stacking.

2.4            Merumpuk /Menyerak Hasil Rumpukan
Hasil shredding pohon dikumpulkan pada suatu tempat untuk memudahkan organisasi perumpukan dan pekerjaan selanjutnya. Rumpukan disusun memanjang arah Utara – Selatan secara teratur (lihat merumpuk) pada pembukaan areal baru. Hasil rumpukan juga dapat diserak merata pada gawangan mati dengan tujuan untuk mempercepat pelapukan bahan organic dan memudahkan pengontrolan hama Oryctes sp.

2.5            Semprot blanket rumput dan lalang
Pekerjaan ini dimaksudkan untuk membuat areal menjadi bebas gulma. Herbisida yang digunakan Glyphosate dengan konsentrasi 0.5 %.
Kebutuhan bahan dan tenaga sbb :
Pekerjaan
Tenaga
Hk/Ha
Bahan
Ltr/ Ha
Konsenterasi Larutan(%)
Vol. Larutan (ltr)
Ket
Semprot I
4.4-5.5
4-5
0,5
800 - 1000

Semprot II
1.7-2.2
1.5-2 *)
0,5
300 - 400

*) untuk gulma tertentu + 2 ltr/Ha

2.6            Wiping Lalang
Pelaksanaan pemberantasan lalang harus tetap dilakukan sejak mulai kegiatan peremajaan (TU) karena keadaan terbuka. Pelaksanaan dianjurkan dengan khemis dengan perlakuan sama dengan di tanaman baru (TB).

2.7            Memancang
                      Pancang tanam dibuat berdasar populasi per hektar yang ditetapkan. Barisan tanaman dibuat                         dengan arah Timur – Barat. Pemancangan bertujuan agar dicapai populasi yang dikehendaki                         dimana per tanaman mendapat area yang sama dari sisi luasan terhadap perakaran dan                                 penyinaran matahari. Pancang yang dibuat sebagai titik tanam dimana tanaman kelapa sawit                           akan ditanam.

Kerapatan Tanam di areal datar
Kerapatan tanaman (pkk/ha)
Jarak tanam
Antara pokok (segitiga sama sisi)
Jarak tegak lurus
Antar barisan
128
9,5 m
8,23 m
130
9,4 m
8,14 m
136
9,2 m
7,97 m
143
9,0 m
7,79 m
148
8,8 m
7,62 m
160
8,5 m
7,36 m


2.8           Melubang
      Diberikan ekstra penaburan tepung belerang pada lubang tanaman (dosis 0,kg/lubang)atau dengan perlakuan Marfu atau sejenisnya untuk mencegah serangan penyakit Ganoderma. Penggunaan pupuk RP sangat diwajibkan pada lobang tanam sebanyak 0,5 kg/lobang.

5.2.9            Menanam
      §  Sayat polybag pada bagian samping dengan menggunakan pisau.
      §  Buka polybag  dan tanam bibit pada lobang tanam
      §  Padatkan tanah dengan tidak memecahkan tanah bekas polybag.

      §  Sangkutkan bekas polybag di atas anak pancang






Kamis, 01 Januari 2015

GULMA DAN CARA PENGENDALIANNYA

A. Pengenalan dan Pengendalian Gulma
1.Berdasarkan siklus hidupnya:
a. Gulma setahun (gulma yang menyelesaikan siklus hidupnya setahun dua tahun – tdk terbatas ). Contoh; Clidemia hirta
Clidemia hirta















2. Berdasarkan habitatnya: 
a. Gulma darat, contoh: Imperata cylindrica 
Lalang (Imperata cylindrica)











b. Gulma air:hidup di air garam (bakau) dan air tawar, contoh: Eichornia crassipes 












3. Berdasarkan tempat tumbuhnya: 
a. Di tanah sawah, contoh: Monochoria vaginalis, Echino chloacolonum 
Monochoria vaginalis

Echino chloacolonum

b. Di Tegalan, contoh: Cyperus rotundus, Mimosa sp. 
Cyperus rotundus
Mimosa sp




c. Di Perkebunan, contoh: Imperatacylindrica, Pistiastratiotes

 4. Berdasarkan sistematikanya:
 a. Monocotyledoneae, contoh: I. Cylindrica, Echinochloacrusgalli 
b. Dicotyledoneae, contoh: Amaranthusspinosus, Chromolaenaodorata
 c. Pteridophyta, contoh: Salvinia sp., Marseliacrenata 

5.Berdasarkan parasit atau tidaknya:
 a. Gulma non parasit, contoh: I. cylindrica
 b. Gulmaparasit:- Parasitsejati, contoh: Cuscutaaustralis (taliputri), - Semi parasit, contoh: Loranthuspentandrus,- Hiperparasit, contoh: Viscum sp. 


 B. CARA-CARA PENGENDALIAN GULMA

 a. Preventif (pencegahan): - Pembersihan bibit dari kontaminasi biji - biji gulma - Pencegahan pemakaian pupuk kandang yang belum matang,dsb 

b. Pengendalian gulma secara fisik: - Pengolahan tanah, pembabatan, penggenangan, pembakaran, dsb 

c. Pengendalian gulma dengan sistem budidaya: - Pergiliran tanaman, Budidaya tanaman, penanaman LCC   

d.Pengendalian gulma secara biologis:yaitu pengendalian dengan menggunakan organisme lain, seperti: insekta, jamur, ternak, dsb,Contoh: Kaktus dengan Cactoblastiscactorum, Enceng gondok 
dengan Neocheti nabruchi, Chromolaena odorata dengan Cecido charesconnexa 

e. Pengendalian gulma secara kimiawi, yaitu dengan herbisida Sbg alternatif terakhir, aplikasinya perlu pengetahuan yangcukup dan harus hati2. 

f. Pengendalian gulma secaraterpadu,yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan beberapa cara secara bersamaan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil sebaik baiknya.
. 
Belum lengkap tulisannya, penulisnya istirahat dulu ya.










Selasa, 23 Desember 2014

Peran masing2 dalam keluarga


Kemarin tepatnya tanggal 23 Desember 2014 saya main kerumah teman saya. Di situ dia bercerita bahwasanya adiknya sekarang banyak menyalahkan orang tua nya. saat itu adiknya dan orang tuanya juga lagi berada di rumah. Di situ adiknya mengatakan bahwa sudah 6 tahun dia mengikuti pengajian jamaah tarbiyah, dan dari situ dia berubah menjadi lebih taat beragama.

Tetapi saat berbicara dengan orang tuanya dia menyampaikan bahwa orang tuanya tidak mengikuti ajaran islam, di situ dia berkata bahwa ayahnya mempunyai ilmu kebal sehingga jika ayahnya sholat hanya untuk amalan terhadap ilmunya itu, tetapi bukan karena allah swt.

Terjadi perdebatan di antara anak dan ayah pada saat itu mengenai mana yang sesuai dan tidak sesuai dengan ajaran islam. Sang anak menyarankan agar ilmu kebal ayahnya di buang. Ketika pertama kali di bilang seperti itu oleh anak nya sang ayah tidak mau. Terjadi perbincangan dengan nada yang keras di situ.

lalu saya berbicara mengenai peran masing2 di dalam keluarga di mana sang anak harus menghormati orang tua, dan sang ayah harus menyayangi sang anak. akhirnya di situ sang ayah mau untuk melepas ilmu kebalnya dan sang anak meminta maaf dengan ayahnya dikarenakan berbicara dengan nada tinggi.

InsyaAllah, , semua masalah ada solusinya. amin ya rabbal allamin.


Jumat, 19 Desember 2014

Naura Siolita Purba

Naura dan Alya
Naura Siolita Purba

Waktu ku kecil diriku amat lah senang di pangku2 di peluk dan di buai oleh bunda.


POTENSI PENURUNAN CPO AKIBAT SERANGAN TIKUS





Tabel 1. Kehilangan produksi CPO Rp/th akibat serangan tikus (R.Tiomanicu) pada buah kelapa sawit


Kamis, 09 Oktober 2014

Maen Panas2an

 Batang serangan, sumatera utara.
Profesi di bidang perkebunan harus saya syukuri, karena dalam melaksanakan pekerjaannya, kita dapat menyatu dengan alam dan juga dapat berolahraga secara gratis. hehehe












Rabu, 08 Oktober 2014

Renungan Jiwa


Kadang saya berpikir , mengapa pada saat orang mengendalikan kenderaannya di jalanan mereka selalu berhati2 agar tidak terjadi kecelakaan pada kenderaan mereka.
Dan dapat kita lihat jika orang yang tidak berhati2 mengendarai kenderaannya dapat tejadi kecelakaan pada dirinya maupun orang lain.

Sama seperti dengan menjalani kehidupan didunia ini,..
apakah kita sudah dengan hati2 menjalankan JIWA kita untuk berjalan di muka bumi tuhan ini.

Apakah kita dengan tidak hati2 menjalankan jiwa kita ini seperti marah kepada orang lain, melakukan kebohongan, menghina orang, angkuh, dan tidak pernah berbuat kebajikan kepada orang lain.
Padahal kita tahu bahwa ALLAH SWT tidak menyuruh kita untuk berbuat seperti itu.

Kadang kita terlalau sibuk untuk menghitung berapa banyak sudah uang kita di bank, berapa banyak sudah investasi yang kita miliki,...

Tapi kita tidak pernah menghitung berapa banyak kesalahan yang kita miliki dari akil baligh hingga kita dewasa.
Kita lahir ke dunia dengan JIWA yang suci, dan semoga jika kita sudah kembali ke tanah dalam JIWA yang suci juga.

Kalau ada yang benar dari goresan pena saya ini , itu semua datang nya dari ALLAH SWT. dan kalau ada yang salah itu semua datangnya dari saya.

Semoga tulisan ini dapat menjadi renungan bagi saya sendiri, dan bagi siapa saja yang membacanya. Amin.










Terima kasih ya ALLAH telah kau lahirkan ke dunia anak pertamaku Naura Siolita Purba.

 

Blogger news

Blogroll

About